Selasa, 13 Mei 2014

Pengertian dan Definisi Jurnalistik


Ilustrasi diambil dari: jurnalecora.blogspot.com
Sering kali kita mendengar kata jurnalistik yang biasanya sangat erat kaitannya dengan berita, informasi, media, pers dan lain-lain. Namun, kita belum tahu dan paham betul mengenai pengertian ataupun definisinya. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pengertian dan definisi memiliki makna yang berbeda.

Pengertian dapat diartikan sebagai suatu ide atau gagasan yang bermakna, suatu pengertian baru tentang sesuatu objek,
produk subjek yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek melalui pengetahuan setelah melakukan persepsi terhadap objek itu.

Sementara definisi adalah suatu pernyataan mengenai ciri-ciri dan lebih kompleks dari arti. Makna atau pengertian suatu hal, dapat dirumuskan dengan jelas, lengkap, dan singkat semua unsur pokok sehingga jelas.

Pengertian Jurnalistik
Secara etimologis, jurnalistik berasal dari bahasa Perancis yakni journ atau journal yang berarti catatan harian. Sementara dalam bahasa Latin berasal dari kata diurna yang mengandung arti hari ini. Berikut ini beberapa pengertian jurnalistik menurut para ahli:

1.       A. S. Haris Sumadiria

Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.

2.       Kustadi Suhandang

Suatu seni dan atau keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi dalam bentuk berita secara indah agar dapat diminati dan dinikmati sehingga bermanfaat bagi segala kebutuhan pergaulan hidup khalayak.

3.       Asep Syamsul M. Romli.

Jurnalistik adalah proses kegiatan mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita dan atau opini melalui media massa.


Definisi Jurnalistik
Ada beberapa pendapat mengenai definisi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli, di antaranya:

1.       Astrid S. Susanto dalam bukunya Komunikasi Massa (1986:73)

Kejadian pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari.

2.       A. W. Widjaja (1986:27)

Suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan faktual dalam waktu yang secepat-cepatnya.

3.       Kustadi Suhandang

Seni dan/ keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya.



Referensi:

Suhandang, Kustadi. 2010. Pengantar Jurnalistik. Bandung: Nuansa.

Sumadiria, Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa.

www.slideshare.net



Minggu, 11 Mei 2014

Urgensi Mempelajari Ilmu Komunikasi

 Ilustrasi diambil dari: humas.narotama.ac.id
Komunikasi menjadi keahlian penting dalam melakukan interaksi dengan orang lain agar saling mengetahui dan memahami kebutuhan satu sama lain. Untuk itu, mempelajari ilmu komunikasi adalah salah satu upaya yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa alas an mengapa kita perlu mempelajari ilmu komunikasi, di antaranya:

1.    Adanya Etnosentrisme
Kecenderungan seseorang yang menganggap budaya sendiri lebih baik dan dijadikan tolak ukur untk mengukur budaya orang lain.
2.    Stereotyp
Kecenderungan yang salah atas segolongan orang yang mengabaikan ciri-ciri yang bersifat individual.
3.    Bahasa itu kompleks karena terikat oleh budaya.
4.    Bahasa itu dinamis (terus berkembang)
5.    Komunikasi itu berperan penting dalam menentukan kebahagiaan dan kesuksesan hidup seseorang.

Sementara itu, mengenai pentingnya mempelajari ilmu komunikasi sekaligus berkomunikasi, Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. dalam bukunya Ilmu Komunikasi menghubungkan pada fungsi komunikasi yang terbagi menjadi 4, di antaranya:

Fungsi Pertama: Komunikasi Sosial
Komunikasi berperan penting dalam membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan tegangan (lewat komunikasi yang menghibur) dan memupuk hubungan dengan orang lain.

Fungsi Kedua: Komunikasi Ekspresif
Komunikasi semacam ini menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut dapat disampaikan melalui komunikasi non verbal yang tidak menggunakan kata-kata.

Fungsi Ketiga: Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif seperti perayaan atau peringatan sebuah acara tertentu. Dalam komunikasi tersebut menampilkan perilaku-perilaku simbolik.

Fungsi Keempat: Komunikasi Instrumental
Komunikasi ini mempunyai beberapa tujuan umum, yakni: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur.


Referensi:
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011.

Sabtu, 10 Mei 2014

Tujuan Komunikasi

Ilustrasi diambil dari: testeranda.blogspot.com
1.    Opinion Change (Mengubah pendapat)
•    Mendengarkan pembicaraan yang diampaikan oleh orang lain/jangan memotong pembicaraan
•    Ungkapkan persetujuan
•    Berikan saran

2.    Attitude Change (Mengubah sikap)
•    Mengajak berkomunikasi
•    Mencari tahu keinginannya
•    Memenuhi keinginannya

3.    Behavior Change (Mengubah perilaku)
Bicara – mendengar – memahami – menyetujui – melakukan

4.    Social Change (Mengubah masyarakat)
•    Memberikan contoh
•    Mengubah pemimpin
•    Terjun langsung ke masyarakat
•    Mencari informasi tentang kebutuhan masyarakat
•    Memusyawarahkan dan menindaklanjuti kebutuhan tersebut.

Referensi:
Elvinaro Ardianto, dkk. 2012. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011. - See more at: http://fitrilestarijurnalis.blogspot.com/2014/05/bentuk-bentuk-komunikasi.html#sthash.ywLCMyXE.dpuf

Referensi:
Elvinaro Ardianto, dkk. 2012. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011. - See more at: http://fitrilestarijurnalis.blogspot.com/2014/05/bentuk-bentuk-komunikasi.html#sthash.ywLCMyXE.dpuf
Referensi:
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011.

Bentuk-bentuk Komunikasi

Ilustrasi diambil dari: blog.ridhomf.web.id
Ada beberapa bentuk komunikasi, di antaranya:
1.   Personal communication
Dalam komunikasi personal, ada dua bentuk yaitu:
a.    Intrapersonal communication: komunikasi dengan diri kita sendiri
b.    Interpersonal communication: berkomunikasi dengan orang lain
2.    Group communication
a.    Small group
•    Ditujukan pada kognisi (pikiran) komunikan
•    Sifatnya dialogis
b.    Large group
•    Ditujukan pada afeksi (perasaan) komunikan
•    Sifatnya monologis

3.    Komunikasi organisasi: komunikasi yang terjadi dalam lingkungan organisasi, baik antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan maupun bawahan dengan bawahan.

4.    Mass communication (cetak dan elektronik)
Adapun cirinya adalah:
•    Komunikator melembaga
•    Pesan bersifat umum
•    Komunikannya anonym dan heterogen
•    Hubungan antara komunikator dan komunikan bersifat non-pribadi
•    Komunikasi berlangsung satu arah
•    Komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan
•    Stimulasi alat indera terbatas
•    Umpan balik tertunda (delayed) dan tidak langsung (indirect)

Referensi:
Elvinaro Ardianto, dkk. 2012. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011.

Definisi Komunikasi

Ilustrasi diambil dari: fbacek.blogspot.com

Secara etimologi, komunikasi berasal dari bahasa Latin, yakni communico yang artinya membagi (dapat berupa ide, pikiran maupun perasaan).

Sementara dalam bahasa Inggris, berasal dari kata communication atau communis dalam bahasa Latin yang artinya sama. Kata “sama” di sini merujuk pada kesamaan makna atau maksud dari interaksi yang dilakukan.

Menurut Harold D. Lasswell, komunikasi adalah “who say what in which channel to whom with what effect (siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa dan apa dampak/pengaruhnya)".

•    Siapa: orang yang menyampaikan pesan atau dalam istilah komunikasi disebut dengan komunikator
•    Say what: pesan yang disampaikan atau message
•    In which channel: media yang digunakan dalam menyampaikan pesan
•    To whom: penerima pesan atau dapat disebut dengan komunikan
•    Effect: dampak atau pengaruh yang ditimbulkan dari komunikasi tersebut.

Kelima komponen tersebut pada dasarnya menjadi unsur-unsur utama dalam komunikasi yang dapat mempengaruhi jalannya proses komunikasi.

Jadi, komunikasi dapat disimpulkan sebagai  proses penyampaian pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui media tertentu untuk menghasilkan dampak atau feedback.

Referensi:
Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi. Dosen: Ahmad Mukhyar, S.Sos. 2011.

Senin, 03 Maret 2014

Pasar Wisata 46, Tempat Berbelanja Sekaligus Rekreasi

Bagi kebanyakan orang, weekend atau akhir pekan dijadikan momen untuk jalan-jalan ataupun berbelanja. Apalagi kota Bandung yang terkenal sebagai Paris Van Java dan kaya akan akan tempat wisata, memicu masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Namun yang menjadi kendala bagi sebagian orang adalah rata-rata dari tempat wisata dan belanja tersebut menawarkan harga yang relatif tinggi.

Pasar Wisata 46, Tempat Berbelanja Sekaligus Rekreasi

Di tengah ramainya pengunjung, seorang pedagang daging sedang melayani pembeli. Harga ayam yang cukup stabil menjadikan konsumen tetap setia untuk berlangganan.
Pasar Wisata 46 hadir di tengah masyarakat dengan dua kepuasan yang bisa konsumen dapatkan. Satu di antaranya adalah harganya yang terjangkau. Selain itu, pengunjung dapat merasakan sejuknya pemandangan di kaki gunung Manglayang.

Pasar tradisional yang digelar setiap hari minggu pagi ini terletak di Jalan desa Cipadung kecamatan Cibiru. Berbagai kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, makanan, pakaian, tersedia di pasar ini. Dengan harganya yang terjangkau, pasar ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan seperti Ibu Rumah Tangga, Pegawai Negeri termasuk juga mahasiswa.


“Harganya cukup murah dan kualitasnya juga bagus”, ujar Pepi Nopiyanti salah seorang mahasiswa pengunjung pasar. Ia pun mengatakan di pasar tersebut juga bisa menikmati segarnya panorama alam di pagi hari karena suasananya yang asri. Sehingga tak heran apabila banyak pengunjung memadati pasar wisata tersebut.

Museum Geologi, Wisata Edukatif di Kota Bandung

Berbicara seputar Bandung, tentu tak lepas dari kuliner dan tempat wisata yang variatif.  Banyak tempat eksotik yang bisa menarik para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terdapat sejumlah tempat yang sudah tak asing lagi di telinga, dan selalu dipadati banyak pengunjung. Sebut saja Kawah Putih, Tangkuban Parahu, Situ Patenggang dan beberapa museum bersejarah.

Satu hal yang sangat penting dipertimbangkan ketika memilih tempat wisata adalah persoalan budget. Hal ini tentu harus disesuaikan dengan kemampuan finansial wisatawan. Terlebih lagi, jika wisata tersebut dilakukan bersama keluarga. Alangkah baiknya bila tempat yang dipilih, selain memiliki nilai hiburan, juga memiliki nilai edukasi.
 

Museum Geologi, Wisata Edukatif di Kota Bandung
MUSEUM GEOLOGI - Salah satu pilihan yang tepat untuk dikunjungi saat Anda dan keluarga mengisi liburan.
Museum Geologi merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dikunjungi pada saat Anda dan keluarga mengisi liburan. Museum ini memiliki nilai edukasi yang tinggi untuk menambah wawasan, baik bagi kaum pelajar maupun kalangan umum. Museum yang didirikan pada tahun 1928 ini memiliki luas kurang lebih 2000 meter persegi dengan luas areal 6000 meter persegi. 

Bangunan yang terdapat di Jalan Diponegoro No. 57 Bandung ini menyimpan berbagai fosil dan benda-benda bersejarah hasil peradaban yang terdapat di bumi. Hingga saat ini, keberadaannya masih menjadi daya tarik bagi masyarakat khususnya kaum pelajar sebagai salah satu pusat referensi dan penelitian akademik. Perkembangan jumlah pengunjung sendiri mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, baik dari kalangan pelajar, umum maupun wisatawan asing. 


“Mengenai pengelolaannya Museum Geologi dikelola langsung oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, bukan dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ungkap Resti, salah satu staf bagian informasi. Ia pun menuturkan, sejauh ini pengelolaan museum berjalan mulus termasuk kegiatan renovasi, penyediaan alat dan fasilitas lainnya. Sementara anggarannya bersumber dari APBN.


Erna (39) seorang pengunjung asal Sumedang mengakui kelebihan Museum Geologi dibandingkan tempat wisata lainnya. Ia berpendapat bahwa tempat wisata seperti museum ini sangat cocok diperkenalkan untuk anak-anak yang belajar ilmu alam. Di samping itu ia pun berpendapat, mengunjungi museum geologi tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena harga tiketnya relatif murah.


Berbenah Sarana
Dari tahun ke tahun, Museum Geologi terus berbenah. Bahkan kini dibangun ruangan sumber daya geologi yang mengorientasikan tentang sumber daya mineral, sumber daya energi, dan sumber daya air. Kemudian akan  disediakan pula monitor yang dioperasikan oleh pengunjung untuk membantu pelayanan informasi dan fasilitas permainan sebagai sarana hiburan.


Museum Geologi merupakan salah satu tempat edukasi tinggi yang sangat penting untuk dikunjungi. Keberadaannya tentu sangat membantu menambah wawasan para akademisi seputar ilmu geologi.


Banyak pelajaran yang bisa diambil dari museum yang satu ini. Bukan hanya tentang apa saja yang terdapat di bumi ini, tetapi juga tentang benda-benda bersejarah, dan informasi lain tentang bumi dan isinya. Hal itulah yang salah satunya menjadikan kedudukan Museum Geologi amat penting keberadaannya. Terutama untuk lebih mengenal bumi secara komprehensif.

 

© 2013 Fitri Lestari. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top